Penelitian Nuklir

ditemukan relevansi Rare Eart Kalbar dengan nuklir

Melimpahnya potensi sumber daya alam kalimantan barat selain daerah khatulistiwa dengan sinar matahari yang stabil sebagai sumber energy panel solar juga terdapat bahan radioaktif nuklir.

Kajian ini bertujuan untuk mendorong pemerintah indonesia lebih responsif terhadap eksploitasi minerba upaya untuk meningkatkan potensi energi bersih, terbarukan dan berkelanjutan (EBTB). Penelitian ini mengunakan metode Regulatory Impact Assessment (RIA), berfokus pada regulasi dan konsistensi dalam mengeluarakan turunan kebijakan energi: pertama, kebijakan pemerintah perlu mempersiapkan penggunaan energi bersih, terbarukan dan berkelanjutan guna mendukung kapasitas ketahanan energi terhadap krisis ketahanan energi nasional.

Kedua, Saat ini penggunaan energi baru terbarukan terutama upaya mengekploitasi material logam Rare Earth atau tanah jarang belum dilakukan. Padahal Rare Earth atau tanah jarang merupakan Unsur Tanah Jarang/ LTJ terdapat dibumi indonesia 20% dari pasokan dunia, hal ini sangat potensial karena memberikan material penting dalam penemuan unsur material teknologi energi bersih terbarukan seperti Mesin Turbin angin, kendaraan Listrik Hibrida, Komputer, Komponen LCD Electronik, Motor Listrik, Mesin dan Lapisat Pesawat Jet Tempur, pertahanan Anti Rudal, laser/ Laser Panduan Rudal, Detektor Nuklir bahkan Satelit dan kandungan Lantanum dapat digunakan sebgai nightvision. Seiring perkembangan IPTEK permintaan Logam Tanah jarang (Rare Earth) atau LTJ global mengalami tumbuh pesat dalam dekade terakhir menggingat transformasi energi global yang mengalami transisi energi terbarukan dan boikot pembatasan ekspor material REE oleh China. China menguasai hampir 97% sumber material tanah jarang yang dimana Amerika bergantung kepadanya, Permintaan yang tinggi material REE memicu monopoli perdagangan terdahap produksi REE dan ekstraksi. Namun tantangan yang perlu diselesaikan pemerintah indonesia ialah evolusi kebijakan energi dan pembuatan industri LTJ guna pemanfaatan material tanah jarang. Elemen tanah jarang memberikan peluang dalam peningkatan efesiensi teknologi konversi energi terbarukan. Material tanah jarang yang memberikan miniaturisasi material magnet yang abadi untuk mesin turbin dan konversi perputaran fotovoltaik.

Teknologi ini menjadi efesien karena sifat listrik, megnet, dan spektroskopi yang unik dari unsur tanah jarang. Mengevaluasi potensi tanah jarang sangat dibutuhkan, agar kebutuhan material tanah jarang dapat dihilirisasi sehingga teraplikasikan menjadi sumber material teknologi tinggi dalam efesiensi energi, energi bersih berkelanjutan sehingga bagaiman Rare Eart menjadi naprominent di Hi-Tech setelah magnet permanen NDFeb dalam material magnetik yang merupakan terobosan baru untuk meminiaturisasi perengkat teknologi tinggi seperti komputer, ponsel, alat militer, jet tempur dll. Perangkat konversi energi memerlukan motor yang kuat dan fotovoltaik terdapat pada penggunaan material rare eart yang sangat efesiensi silikon.

Ferdi; MP-Material Pontianak 2 Feb 2024